Bagian I
Jakarta – Visi Utama Kepemimpinan Prabowo Subianto adalah Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, Dengan 8 Misi Asta Cita dan 17 Program Prioritas. Dan salah satu programnya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Terang Ranny Fahd A Rafiq di Jakarta pada Jum’at, (27/3/2026).
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menganalisa situasi terkini hingga akhir Maret 2026, serangan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya tidak dimulai secara mendadak, melainkan berevolusi melalui beberapa fase serangan.
Istri dari Ketua Umum DPP BAPERA ini melihat timeline serangan ada beberapa Fase yakni Fase Prakondisi (Agustus 2024 – Oktober 2025) Ini adalah serangan Sisi Anggaran. Dimulai Sejak program ini diumumkan sebagai janji kampanye, paparnya.
Wakil Ketua Umum PP- KPPG menegaskan, bentuk serangan dibuat menggunakan narasi bahwa APBN tidak akan kuat, ancaman terhadap rasio utang, dan skeptisisme pasar global. Di sini, lawan mencoba mematikan program bahkan sebelum lahir, ungkapnya lebih dalam.
Yang Kedua Fase Sabotase Institusional (Desember 2025 – Januari 2026). Ini adalah serangan Sisi Birokrasi. Mulainya Saat pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) dan penentuan struktur pelaksana. Bentuk Serangan dengan perebutan jabatan di tingkat eselon. Oknum yang kontra terhadap Program MBG mulai memasukkan “orang-orang mereka” ke dalam sistem. Dengan tujuan Memastikan bahwa jika program ini berjalan, merekalah yang memegang kendali vendor, cetus wanita tangguh ini.
Ketiga Fase Infiltrasi & Sabotase Lapangan (Februari 2026 – Sekarang) Serangan ini sudah sedang berlangsung dan sangat masif. Serangan ini dimulai ketika pilot project dan distribusi massal dimulai secara nasional di awal tahun 2026. Bentuk Serangan menggunakan pola “Trojan Horse” dan sabotase logistik seperti munculnya kasus makanan basi di beberapa titik (mungkin sengaja diciptakan), ungkap Bendahara Umum MKGR ini.
Ranny memaparkan lebih dalam adanya kampanye hitam di media sosial oleh akun-akun anonim yang menyerang kualitas gizi. Setelah itu memprovokasi guru agar menolak tugas tambahan memantau makan siang, ini cara lama loh, cetusnya.
Ranny memprediksi Fase “The Killing Blow” (Diprediksi April – Juni 2026) dan Ini adalah serangan Audit & Politik. Kapan ini akan diMulai segera setelah laporan kuartal pertama 2026 keluar, ungkapnya.
Bentuk Serangan yakni ada pihak pihak yang kontra program MBG akan menggunakan data dari “Audit Forensik Prematur” untuk membawa isu ini ke DPR (Hak Angket atau RDP yang menyudutkan). Mereka akan menggunakan selisih harga sedikit saja untuk mem-framing korupsi triliunan rupiah, analisanya.
Mengapa serangan terasa sangat gencar Sekarang? Jawabannya bulan Maret 2026 adalah “Bulan Penentuan”. Mereka yang kontra tahu bahwa jika MBG berhasil melewati fase awal ini dengan mulus, maka tingkat kepercayaan rakyat kepada Presiden Prabowo akan menjadi tidak terbendung, papar Anggota DPR RI Dapil 6 Jawa Barat ini.
Pelantun Album Cinta dan Jenaka ini melihat, bagi lawan politik menghancurkan MBG sekarang adalah cara terakhir untuk mencegah dominasi absolut visi Presiden Prabowo Subianto di masa depan, ungkapnya.
Penyerangan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai penjuru pada Maret 2026 ini bukan lagi sekadar kritik kebijakan, melainkan “Multi-Frontal War” (Perang Multi-Front) yang melibatkan aktor politik, spekulan anggaran, hingga jaringan birokrasi yang merasa “lapaknya” terancam.
Ranny melihat adanya Serangan Sisi Anggaran “Logika Defisit”. Kelompok teknokrat dan pengamat ekonomi beraliran neoliberal mulai menggiring opini bahwa MBG akan menjebol defisit APBN melampaui 3%. Dengan tujuan menekan Presiden Prabowo Subianto agar memangkas skala program atau menunda eksekusinya, kajinya.
Kedua adalah Serangan sisi operasional yaitu isu keracunan & kualitas. Munculnya berita-berita kecil di daerah tentang kualitas makanan yang buruk atau isu kesehatan (keracunan) yang dibesar-besarkan secara masif di media sosial, pantaunya dengan seksama. Hal Ini sering kali merupakan sabotase lokal oleh oknum yang tidak mendapatkan jatah sebagai vendor atau suplier bahan baku, paparnya.
Serangan Sisi Politis yakni “Ganti Nama, Ganti Jatah”. Perebutan siapa yang berhak mengelola badan atau lembaga yang mengeksekusi MBG. Analisanya Fraksi-fraksi di koalisi ( ingin menempatkan orang-orangnya di posisi strategis MBG karena ini adalah proyek dengan aliran dana raksasa dan exposure langsung ke rakyat (suara akar rumput), ujarnya.
Selanjutnya ada serangan sisi narasi yakni Stunting vs MBG. Nah penggiringan Opini yang membenturkan antara program penanganan stunting yang sudah ada dengan MBG, seolah-olah MBG adalah pemborosan yang tumpang tindih, jadi kesimpulannya serangan terhadap MBG adalah serangan terhadap masa depan anak bangsa, tutup Ranny.
Penulis: A.S.W
