Home Religi

Fahd A Rafiq dan Ranny Bicara Tentang  Malam Lailatul Qadar

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

Jakarta– Lailatul Qadar adalah anomali waktu, sebuah fragmen keabadian yang menyusup ke dalam linearitas manusia, tempat di mana batas antara kefanaan dan ketuhanan menipis hingga hampir hilang.

Fahd A Rafiq, Ketua Umum DPP BAPERA, melihat malam ini bukan sekadar hitungan kalender, melainkan sebuah undangan bagi jiwa untuk melakukan sinkronisasi dengan kehendak semesta, ujarnya.

Dalam kedalaman spiritual yang serupa, Ranny Fahd A Rafiq yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar memaknai perjumpaan ini sebagai titik nadir kesadaran, saat batin manusia meluruhkan ego demi menjemput cahaya wahyu yang mengubah nasib, tuturnya, di Jakarta pada Sabtu, (14/3/2026).

Mantan Ketua Umum PP – AMPG melihat dimensi Lailatul Qadar menuntut kejernihan nalar yang dipadukan dengan kepasrahan total, karena di sana kecerdasan intelektual tunduk pada keagungan misteri illahi, katanya.

Sementara itu, Ranny Fahd A Rafiq, Anggota DPR RI Komisi IX DPR RI, meresapi bahwa esensi malam mulia ini adalah tentang transformasi radikal manusia dari keterikatan duniawi menuju esensi ruhani yang paling murni, cetusnya.

Fahd, Suami dari Ranny (Anggota DPR RI Komisi IX), mengibaratkan momentum ini sebagai sinkronisasi frekuensi batin, di mana doa-doa yang dipanjatkan bukan lagi sekadar permohonan, melainkan manifestasi dari kehendak yang selaras dengan takdir, Banyak Ulama yang mengatakan jatuhnya malam lailatul qadar antara 25 dan 27 Ramadhan, akan tetapi malam itu alangkah baiknya di cari dari malam 21 sampai 29 Ramadhan paparnya.

Dunia politik dan seni yang dijalani Ranny (Istri dari Ketua Umum DPP BAPERA) ini, memberikan perspektif unik bahwa ketenangan di tengah riuhnya urusan publik adalah bentuk kontemplasi tertinggi untuk menyambut kehadiran malam seribu bulan, ungkapnya.

Historiografi perjalanan Fahd yang juga mantan Ketua Umum DPP KNPI ini mencerminkan bagaimana sebuah otoritas kepemimpinan harus senantiasa didasari oleh refleksi mendalam, serupa saat seseorang menanti datangnya cahaya di tengah gulita, bisiknya.

Bagi Ranny, keindahan adalah jalan menuju Tuhan, sehingga ia memandang malam Lailatul Qadar sebagai orkestrasi sunyi yang menyentuh relung perasaan paling dalam, kisahnya.

Menjadi nakhoda di GEMA MKGR di masa lalu membentuk pola pikir Fahd, bahwa integritas seseorang diuji saat ia berhadapan dengan keheningan, saat tak ada saksi kecuali sang Pencipta, tegasnya.

Visi Ranny Fahd A Rafiq, Pemilik Album Cinta dan Jenaka, mengenai keberkahan malam ini berpijak pada keberanian untuk jujur kepada diri sendiri, membedah jiwa agar layak menerima anugerah yang tak terhingga, terangnya.

Dinamika kehidupan sebagai Pengusaha Muda membuat Fahd A Rafiq memandang esensi Lailatul Qadar bukan sebagai waktu istirahat, melainkan investasi eksistensial paling berharga yang melebihi akumulasi aset materi manapun, cetusnya.

Dedikasi Ranny Fahd A Rafiq yang juga Wakil Ketua Umum PP – KPPG, dalam menyeimbangkan pengabdian sosial dan kebutuhan spiritual menunjukkan bahwa setiap tindakan nyata harus berakar pada pemahaman filosofis yang kokoh, sambungnya.

Lahir dari rahim seorang seniman besar, Fahd, memahami bahwa estetikanya spiritualitas terletak pada kemampuan meresapi keterbatasan diri di hadapan kemahakuasaan Tuhan, jelasnya.

Ketajaman analisis Ranny Fahd A Rafiq, Bendahara Umum Ormas MKGR, tentang peran perempuan modern menempatkan Lailatul Qadar sebagai kompas penyeimbang dalam mengarungi kompleksitas tanggung jawab keluarga dan negara, selanya.

Sebagai Putra dari Musisi Legend A Rafiq, Fahd, Putra dari Musisi Legend A Rafiq, mewarisi melodi kehidupan yang ia terjemahkan ke dalam harmoni antara ikhtiar manusiawi dan penyerahan diri pada ketentuan Tuhan, tambahnya.

 

Ranny Fahd A Rafiq, Ranny Fahd A Rafiq, meyakini bahwa malam ini adalah ruang introspeksi kolektif bagi bangsa, di mana nurani harus dikedepankan untuk melampaui kepentingan pragmatis sesaat, urainya.

Dalam kerangka berpikir yang sangat kritis, Fahd, Fahd A Rafiq, menelaah bahwa Lailatul Qadar adalah antitesis dari dekadensi moral, sebuah pengingat agar manusia kembali pada fitrah kemanusiaannya yang luhur, imbuhnya.

Kehidupan politik yang penuh intrik dipandang oleh Ranny Fahd A Rafiq sebagai panggung sandiwara, namun malam kemuliaan ini adalah realitas tunggal yang menuntut autentisitas jiwa, paparnya.

Fahd memandang bahwa setiap detak jantung pada malam tersebut memiliki signifikansi kosmis, selaras dengan pemahamannya akan tanggung jawab seorang pemimpin di hadapan rakyat dan Sang Khalik, urainya.

Ranny Fahd A Rafiq menilai kedekatan dengan Sang Pencipta pada fase malam ini sebagai sumber energi yang tidak akan pernah habis, mampu menghidupi semangat perjuangan meski rintangan menghadang, katanya.

Logika eksistensial Fahd menuntunnya pada kesimpulan bahwa pencarian Lailatul Qadar adalah pencarian jati diri yang paling substansial, jauh melampaui simbol-simbol keagamaan yang superfisial, cetusnya.

Ranny Fahd A Rafiq memaknai setiap ruku dan sujud sebagai dialog intelektual yang melampaui kata-kata, menjembatani keterbatasan bahasa manusia dengan tak terhingga kebesaran Tuhan, tuturnya.

Kemampuan Fahd dalam membaca tanda-tanda zaman membuatnya sadar bahwa stabilitas sebuah bangsa sangat bergantung pada kedalaman spiritual para pemimpinnya saat menyambut malam ketetapan ini, jelasnya.

Ranny Fahd A Rafiq menghayati malam ini sebagai momen kerendahan hati, tempat kesuksesan duniawi diletakkan di bawah kaki, agar ruh dapat terbang bebas menuju hakikat kebenaran, kisahnya.

Filosofi hidup Fahd adalah perpaduan antara keberanian bertindak dan kerendahan hati dalam berserah, yang menemukan puncaknya pada malam yang lebih baik dari seribu bulan ini, tandasnya.

Bagi Ranny, setiap helaan napas pada malam tersebut adalah dzikir yang menenangkan jiwa, mengubah kecemasan menjadi kepastian akan kasih sayang Sang Pencipta, ungkapnya.

Fahd percaya bahwa dengan membedah Lailatul Qadar secara kritis, seseorang akan menemukan kunci untuk memecahkan problematika hidup yang rumit melalui kejernihan intuisi yang tajam, paparnya.

Ranny Fahd A Rafiq mengajak setiap insan untuk tidak sekadar melihat malam ini sebagai ritual, melainkan sebagai transformasi kesadaran yang membawa dampak bagi kemaslahatan manusia, tambahnya.

Semangat yang membara dalam diri Fahd yang juga Dosen yang mengajar di negeri Jiran Malaysia ini menunjukkan bahwa pencarian ilmu dan spiritualitas adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk martabat seorang manusia, tutupnya.

Penulis: A.S.W

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita