Ranny Fahd A Rafiq: Dorong Kota Depok- Bekasi Ciptakan Lapangan Kerja Melalui Kebangkitan Raksasa Pariwisata.

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta– Kota bukan sekadar tumpukan beton dan aspal, melainkan organisme hidup yang bernapas melalui denyut ekonomi warganya. Di tengah kepungan angka pengangguran yang membayangi Depok dan Bekasi per April 2026, muncul sebuah diskursus segar mengenai rekayasa sosial melalui sektor pariwisata urban yang presisi. Fenomena ini menuntut sebuah observasi tajam yang melampaui statistik permukaan, menyentuh esensi eksistensi manusia di ruang publik, Ucap Ranny Fahd A Rafiq memberikan perspektifnya, di Jakarta pada Kamis, (16/4/2026).

Menatap angka 6,52% di Depok dan lonjakan 7,9% di Bekasi bukanlah sekadar membaca deret matematis, melainkan memahami narasi kegelisahan Gen Z yang terhimpit antara kompetensi dan kesempatan. Realitas ini memerlukan sentuhan intelektual yang mampu membedah ketimpangan daya serap industri manufaktur dengan pisau analisa ilmiah yang objektif. Paradigma lama harus segera digeser menuju pemanfaatan aset lokal yang lebih kontemplatif dan berkelanjutan, demikian Ranny Fahd A Rafiq mengawali gagasannya.

Dalam kacamata sosiologis, pengangguran usia muda di kota satelit merupakan manifestasi dari diskoneksi antara kurikulum pendidikan dengan dinamika pasar global yang cair. Bekasi yang jenuh dengan kepulan asap pabrik kini dipaksa melakukan introspeksi struktural untuk menemukan oase ekonomi baru yang tidak lagi bergantung pada mesin-mesin dingin, Diversifikasi ke arah jasa pariwisata adalah sebuah keniscayaan historis yang tidak bisa ditunda lagi jika ingin menyelamatkan bonus demografi, tutur Ranny Fahd A Rafiq.

 

Kota Depok dengan karakteristik masyarakatnya yang terdidik dan didominasi kaum intelektual muda, memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi laboratorium industri kreatif nasional. Jalan Margonda tidak boleh hanya menjadi simbol kemacetan, melainkan harus direvitalisasi menjadi koridor edukasi yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja terampil di bidang seni dan teknologi digital. Ruang-ruang publik harus dikonversi menjadi unit produksi makna yang memiliki nilai tukar ekonomi tinggi, paparnya.

Strategi “Urban Farming” dan optimalisasi setu di Depok mencerminkan upaya rekonsiliasi manusia dengan alam di tengah himpitan megapolitan yang menyesakkan. Setiap tetes air di Setu Pengasinan atau Setu Tujuh Muara menyimpan potensi fiskal yang mampu menghidupi ekosistem UMKM jika dikelola dengan manajemen profesional yang akuntabel. Pendekatan ini merupakan bentuk kedaulatan ekonomi mikro yang lahir dari rahim kearifan lokal tanpa meninggalkan aspek estetika urban, cetusnya.

Sementara itu, Bekasi sedang berada pada persimpangan jalan untuk mendefinisikan ulang jati dirinya dari sekadar “Kota Industri” menjadi pusat gaya hidup dan wisata sejarah yang eksotis. Konsep Industrial Tourism menawarkan pengalaman kontemplatif di mana publik dapat melihat langsung jantung produksi nasional sebagai objek edukasi yang memikat. Penyerapan kerja dari sektor pemandu wisata industri ini diprediksi akan menjadi katalisator bagi lulusan sekolah vokasi yang selama ini tersisih, ungkap Ranny.

 

Melihat jauh ke dalam sejarah, makam-makam keramat di Bekasi seperti situs Mbah Raden bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan jangkar spiritual yang memiliki daya pikat ekonomi ziarah yang luar biasa. Wisata religi ini, jika dikemas dalam narasi Heritage Story telling yang kuat, akan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui jasa pemanduan dan penginapan berbasis kerakyatan. Inilah cara kita menghormati leluhur sekaligus memberi nafas kehidupan bagi generasi mendatang, imbuh Ranny Fahd A Rafiq.

 

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa integrasi digital merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan pariwisata di era kecerdasan buatan. Gen Z yang akrab dengan algoritma media sosial harus diberdayakan sebagai duta wisata digital yang mampu memicu rasa ingin tahu dunia terhadap potensi tersembunyi Bekasi dan Depok. Sebuah foto atau video pendek yang viral bisa menjadi pintu masuk bagi jutaan rupiah investasi di sektor pariwisata mikro, ujar Ranny.

Anggota DPR RI Komisi IX DPR RI tersebut secara tajam menganalisa bahwa sertifikasi kompetensi adalah benteng utama bagi pekerja lokal agar tidak tergilas oleh tenaga kerja asing di sektor hospitality. Program pelatihan barista, koki, hingga manajemen hotel harus disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah daerah sebagai bentuk investasi sumber daya manusia yang fundamental. Tanpa keahlian yang terstandarisasi, keindahan destinasi wisata hanya akan menjadi panggung bagi orang luar, ungkapnya.

Sebagai seorang Artis dan Seniman, ia melihat estetika kota sebagai modal sosial yang seringkali terlupakan oleh para pengambil kebijakan yang terlalu kaku dengan angka.

 

 

Keindahan taman kota dan kelestarian situs sejarah adalah magnet psikologis yang mampu mereduksi stres masyarakat perkotaan sekaligus menciptakan lapangan kerja di bidang hiburan. Seni bukan hanya pelengkap, melainkan nyawa dari industri pariwisata yang mampu menyentuh sisi terdalam emosi manusia, cetusnya.

 

Pemilik Album Cinta dan Jenaka ini memahami betul bagaimana harmoni antara kreativitas dan strategi bisnis dapat menciptakan peluang kerja yang tak terduga bagi para musisi dan pelaku kreatif lokal. Panggung-panggung kecil di sudut setu atau taman kota adalah ekosistem yang menghidupi banyak kepala jika dikelola dengan kalender acara yang konsisten dan menarik. Ekonomi kreatif adalah jawaban atas kejenuhan sektor manufaktur yang kian terotomatisasi oleh robotika, urainya.

Istri dari Ketua Umum DPP BAPERA ini memandang organisasi pemuda memiliki peran krusial sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dengan realitas pahit di akar rumput. Pemuda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek aktif yang mengelola destinasi wisata melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang mandiri. Pemberdayaan komunitas adalah fondasi paling kokoh dalam membangun ketahanan ekonomi daerah yang tahan terhadap guncangan global, tuturnya lebih dalam.

Selaku Wakil Ketua Umum PP – KPPG, ia terus mendorong keterlibatan perempuan dalam menggerakkan sektor kuliner dan kerajinan tangan di titik-titik wisata ziarah dan taman kota. Perempuan adalah pilar utama UMKM yang memiliki ketelitian dan ketahanan luar biasa dalam menjaga keberlangsungan usaha keluarga di tengah krisis. Diversifikasi produk oleh-oleh khas Bekasi dan Depok harus melibatkan sentuhan kreatif ibu-ibu lokal agar memiliki nilai jual premium, simpulnya.

Sebagai Bendahara Umum Ormas MKGR, pengelolaan dana desa dan alokasi anggaran daerah untuk revitalisasi infrastruktur pariwisata harus dipastikan tepat sasaran dan transparan. Aksesibilitas menuju makam keramat dan situ-situ di pinggiran kota harus diperbaiki demi kenyamanan wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah. Setiap rupiah yang dikeluarkan negara harus kembali dalam bentuk kesejahteraan dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas, tegas Ranny.

 

Proyeksi pengurangan pengangguran hingga 50.000 orang pada tahun 2029 merupakan target yang sangat rasional jika sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat berjalan selaras. Pemanfaatan Dark Tourism atau wisata misteri yang dipadukan dengan sejarah perjuangan pahlawan seperti Kyai Noer Alie memberikan dimensi kedalaman pada pariwisata Bekasi.

 

Ini adalah strategi yang memainkan psikologis massa untuk mencintai tanah kelahirannya sembari membangun ekonomi secara kolektif, ulas, Ranny Fahd A Rafiq.

Secara filosofis, bekerja adalah upaya manusia untuk menemukan makna hidup dan harga diri di tengah masyarakat yang kian kompetitif. Mengarahkan tenaga kerja ke sektor pariwisata adalah upaya memanusiakan kembali para pencari kerja melalui interaksi sosial dan pelayanan jasa yang penuh empati. Pariwisata mengajarkan kita untuk menjadi tuan rumah yang baik, yang mencintai kebersihan, keamanan, dan keramahtamahan sebagai budaya luhur bangsa, renung Ranny.

 

 

Situs-situs sejarah di Bekasi seperti Makam Keramat Pulo di Jati sampurna bukan sekadar tumpukan batu, melainkan saksi bisu peradaban Tarumanegara yang harus dilestarikan. Generasi muda perlu diajak menelusuri jejak-jejak ini melalui narasi kontemplatif agar mereka bangga akan identitasnya dan tergerak untuk menjaganya sebagai aset ekonomi. Pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan dalam kebijakan pembangunan, simpul Ranny Fahd A Rafiq.

 

Melihat fenomena Staycation di Bekasi, ini adalah peluang emas bagi sektor perhotelan untuk berkolaborasi dengan kreator konten dalam memasarkan paket wisata yang unik. Hotel bukan lagi sekadar tempat tidur, melainkan bagian dari pengalaman wisata urban yang menawarkan kenyamanan di tengah hiruk pikuk kota satelit. Penyerapan tenaga kerja di bidang ini akan sangat signifikan terutama bagi mereka yang memiliki jiwa pelayanan tinggi dan kreativitas visual, beber Ranny Fahd A Rafiq.

Membangun ekonomi pariwisata urban membutuhkan imajinasi yang luas untuk mengubah tantangan keterbatasan lahan menjadi peluang destinasi yang ikonik dan instagramable. Setiap sudut kota Bekasi dan Depok memiliki cerita yang menunggu untuk diceritakan kembali melalui sudut pandang yang lebih segar dan intelektual. Dengan narasi yang kuat, kita bisa mengubah persepsi publik terhadap kota satelit dari sekadar tempat tinggal menjadi destinasi yang layak dikunjungi, pikir Ranny.

 

Kepemimpinan yang visioner dibutuhkan untuk mengawal transisi ekonomi ini dari ketergantungan industri berat menuju ekonomi jasa yang lebih fleksibel. Kebijakan yang lahir harus didasarkan pada data akurat dan observasi lapangan yang mendalam, bukan sekadar asumsi di balik meja kantor yang dingin. Keberanian untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar kerja di tahun 2026, tukas Ranny Fahd A Rafiq.

 

Dalam setiap langkah kebijakan, aspek kebersihan dan keamanan destinasi harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi oleh pengelola manapun. Wisatawan tidak akan kembali jika mereka merasa tidak aman atau melihat sampah yang berserakan di lokasi yang seharusnya menjadi tempat relaksasi. Standar pelayanan yang baik akan menciptakan efek pengganda yang luar biasa bagi ekosistem ekonomi di sekitarnya secara otomatis, tekan Ranny Fahd A Rafiq.

Integrasi antara wisata religi, kuliner, dan sejarah dalam satu paket “City Tour” akan memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di kota Bekasi dan Depok. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak uang yang mereka belanjakan, yang berarti semakin besar peluang kerja bagi warga sekitar. Inilah esensi dari ekonomi pariwisata yang mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara inklusif tanpa terkecuali, lirik Ranny.

Disisi lain Ranny melihat Masyarakat yang bekerja dan Gen z harus di galakan untuk refreshing karena di era digital saat ini burnout sangat tinggi dan juga akan kesehatan mental untuk warga lokal khususnya depok dan bekasi.

Makam Syekh Syarifuddin dan tokoh penyebar agama lainnya adalah magnet yang tak akan pernah kering bagi para peziarah dari berbagai penjuru daerah. Pengelolaan yang profesional dan berbasis komunitas akan menjamin situs-situs ini tetap sakral namun tetap memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi penduduk lokal. Tradisi dan modernitas harus berjalan beriringan dalam menciptakan harmoni sosial yang menyejahterakan jiwa dan raga, kilasnya.

Pendekatan ilmiah dalam memetakan potensi wisata air di setu-setu Depok memungkinkan kita untuk melakukan mitigasi bencana sekaligus mengembangkan rekreasi yang aman.

Revitalisasi setu bukan hanya soal mempercantik tampilan, tapi juga menjaga keseimbangan ekologi yang menjadi paru-paru kota di tengah polusi yang kian pekat. Alam yang terjaga akan memberikan imbal balik berupa udara bersih dan peluang ekonomi yang melimpah bagi setiap warga, selisik Ranny

Kesadaran akan pentingnya literasi sejarah bagi pemandu wisata lokal akan meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung secara drastis dan mendalam. Seorang pemandu yang mampu bercerita dengan gaya storytelling yang memikat akan membuat wisatawan merasa memiliki ikatan emosional dengan destinasi yang dikunjungi. Hal ini akan memicu promosi dari mulut ke mulut yang jauh lebih efektif dari pada iklan konvensional manapun di dunia digital.

Pemanfaatan teknologi QR Code di setiap situs sejarah adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam memudahkan wisatawan mengakses informasi secara mandiri. Digitalisasi ini juga membuka peluang kerja bagi tenaga IT lokal untuk membangun sistem informasi pariwisata daerah yang terintegrasi dan mudah digunakan. Inovasi tidak harus selalu mahal, tetapi harus relevan dengan kebutuhan pengguna di era kecepatan informasi saat ini, duga Ranny Fahd A Rafiq.

Festival budaya tahunan yang diselenggarakan di sekitar makam keramat atau taman kota akan menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Acara semacam ini merupakan ajang unjuk bakat bagi seniman lokal sekaligus ladang rezeki bagi para penyedia jasa logistik dan transportasi. Sebuah kota yang hidup dengan aktivitas budaya akan selalu memiliki daya tarik yang kuat bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif, klaim Ranny Fahd A Rafiq.

 

Kita harus berani bermimpi melihat Depok dan Bekasi bukan lagi sebagai “halaman belakang” Jakarta, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri. Kemandirian ini hanya bisa dicapai melalui optimalisasi potensi internal yang selama ini mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang. Kekuatan kita ada pada sejarah, pada air yang mengalir di setu, dan pada semangat kaum muda yang haus akan inovasi, tandas Ranny.

Pendidikan vokasi harus segera menyesuaikan diri dengan tren pariwisata urban agar lulusannya memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja global.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku industri pariwisata sangat penting untuk memastikan tidak ada lagi kesenjangan keterampilan yang merugikan pencari kerja. Link and match ini adalah kunci keberhasilan dalam menurunkan angka pengangguran secara signifikan dan permanen, sebut Ranny Fahd A Rafiq.

Setiap kebijakan yang diambil hari ini akan menentukan wajah kota bekasi – depok di masa depan, apakah akan tetap menjadi hutan beton yang dingin atau menjadi kota yang ramah dan penuh peluang. Kita memiliki semua instrumen yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi besar, mulai dari sumber daya manusia yang cerdas hingga situs sejarah yang melimpah. Yang kita butuhkan hanyalah tekad yang kuat dan eksekusi yang konsisten di lapangan setiap hari, dorong Ranny Fahd A Rafiq.

Memainkan psikologis pembaca melalui narasi kebanggaan daerah adalah strategi komunikasi yang efektif untuk membangun dukungan publik terhadap program pemerintah. Ketika masyarakat merasa bangga dengan situs keramat dan taman kotanya, mereka akan secara sukarela menjaga dan mempromosikannya kepada orang lain.

Partisipasi publik adalah energi terbesar yang mampu menggerakkan gunung-gunung tantangan menjadi jalan-jalan kemajuan yang nyata, tutur Ranny.

Analisa ekonomi menunjukkan bahwa investasi di sektor pariwisata memiliki tingkat pengembalian sosial yang sangat tinggi dibandingkan sektor padat modal lainnya.

 

Pariwisata memberikan kesempatan bagi siapa saja, mulai dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa, untuk ikut serta dalam rantai nilai ekonomi. Inklusivitas inilah yang akan memperkuat struktur sosial kita dan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin di perkotaan, papar Ranny dalam analisisnya.

Melihat masa depan dengan optimisme yang terukur adalah ciri dari pemikiran sapioseksual yang selalu mencari solusi di balik setiap permasalahan rumit. Masalah pengangguran adalah tantangan intelektual yang menuntut jawaban-jawaban cerdas, bukan sekadar janji-janji manis di musim kampanye. Kita harus fokus pada aksi nyata yang memberikan dampak langsung pada piring-piring nasi di meja makan rakyat kecil, tegasnya dengan nada gamblang.

Harmoni antara pembangunan infrastruktur fisik dan pengembangan jiwa manusia adalah esensi dari kemajuan sebuah peradaban yang besar. Pariwisata yang berbasis pada nilai sejarah dan religi membantu kita menemukan kembali akar budaya yang mungkin mulai terlupakan oleh arus modernisasi yang deras. Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur, kita bisa melangkah jauh menuju masa depan tanpa kehilangan arah dan jati diri, renung Ranny.

Dampak pengganda dari setiap kunjungan wisatawan ke Makam Mbah Raden atau Setu Pengasinan akan terasa hingga ke sopir angkot dan tukang parkir. Inilah keindahan ekonomi kerakyatan, di mana uang berputar di level bawah dan memberikan nafas lega bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Kita harus memastikan bahwa regulasi yang ada selalu berpihak pada kepentingan masyarakat lokal agar mereka tidak menjadi penonton di rumah sendiri, ungkapnya.

 

Inovasi tanpa henti dalam mengemas paket wisata “Urban Legend” bagi Gen Z merupakan langkah cerdik untuk menarik minat generasi yang sulit dipuaskan ini. Konten-konten misteri yang edukatif tentang situs sejarah Bekasi akan membuat mereka merasa tertantang untuk berkunjung dan mengeksplorasi lebih jauh. Kreativitas adalah mata uang baru yang akan menentukan siapa yang menang dalam persaingan ekonomi global di masa depan, yakinnya.

 

Sinergi antara berbagai ormas dan organisasi pemuda akan mempercepat proses sosialisasi pentingnya budaya sadar wisata bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga adalah duta wisata yang harus memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap tamu yang datang berkunjung ke kotanya. Keramah-tamahan bukan hanya soal senyum, tapi soal karakter bangsa yang harus kita jaga bersama sebagai aset yang tak ternilai, ajak Ranny Fahd A Rafiq.

Menutup narasi kontemplatif ini, kita diingatkan bahwa setiap angka pengangguran adalah seorang manusia yang memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Tugas kita sebagai pemimpin dan bagian dari masyarakat adalah membukakan jalan agar mimpi-mimpi itu tidak layu sebelum berkembang karena ketiadaan peluang. Mari kita jadikan pariwisata sebagai jembatan emas menuju kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh warga Depok dan Bekasi, harap Ranny Fahd A Rafiq.

Strategi maksimalisasi potensi wisata ini adalah bukti nyata bahwa intelektualitas yang dipadukan dengan empati mampu menghasilkan solusi yang komprehensif.

 

Perjalanan masih panjang, namun dengan langkah kaki yang mantap dan arah yang jelas, kita pasti akan mencapai tujuan mulia tersebut. Masa depan Depok dan Bekasi ada di tangan kita semua, dan pariwisata adalah kunci pembukanya yang paling efektif saat ini, ungkapnya

Akhirnya, mari kita bangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memperkaya makna eksistensi kita sebagai mahluk sosial. Biarkan sejarah bercerita, biarkan alam menyapa, dan biarkan ekonomi tumbuh dari kebahagiaan setiap orang yang berkunjung dan melayani dengan tulus hati. Keberhasilan kita adalah ketika tidak ada lagi pemuda yang termenung sedih di sudut kota karena kehilangan harapan akan pekerjaan, tutup Ranny.

 

Penulis: A.S.W

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita