Home Budaya

Ketua Umum DPP BAPERA: Indonesia Harus Menjadi Pemain Utama Dalam Geopolitik Global

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta  – Dunia hari ini tidak sedang berada dalam lanskap statis, melainkan sebuah medan kontestasi yang bergerak cair di atas patahan-patahan tektonik kekuasaan mutakhir. Di tengah turbulensi global yang mendefinisikan ulang batas wilayah, pengaruh, dan kedaulatan, poros maritim nusantara berdiri di persimpangan jalan sejarah yang krusial, ucap Fahd A Rafiq pada Jum’at (5/6/2026).

 

Indonesia tidak lagi memiliki kemewahan untuk sekadar menjadi penonton pasif yang menyaksikan distribusi kekuasaan bergeser dari Barat ke Timur, melainkan harus secara sadar mengarsiteki nasibnya sendiri. Menghadapi konstelasi yang kian anarkis ini, negara kepulauan terbesar di bumi wajib mentransformasikan potensi latennya menjadi manifestasi kekuatan nyata, aku Fahd A Rafiq.

 

Melihat konformitas global saat ini, determinisme geografis menuntut adanya reorientasi cara pandang yang radikal terhadap posisi strategis selat-selat vital kita. Selat Malaka, Sunda, dan Lombok bukan sekadar jalur perdagangan biasa, melainkan urat nadi yang mengontrol denyut jantung ekonomi internasional secara fundamental.

 

Jika ruang ini dikelola dengan kalkulasi yang keliru, kita hanya akan berakhir sebagai halaman belakang dari pertempuran hegemoni kekuatan-kekuatan raksasa. Oleh karena itu, diplomasi defensif harus segera ditinggalkan untuk beralih pada penguasaan ruang hidup yang mandiri dan berwibawa, cetus Ketua Umum DPP BAPERA.

 

Secara historis, kebangkitan sebuah bangsa selalu berkelindan erat dengan kemampuannya dalam membaca arah angin zaman dan mengkapitalisasi momentum makro. Kita pernah menjadi mercusuar yang menyinari belahan bumi selatan melalui komitmen penolakan terhadap polarisasi sengketa Perang Dingin yang destruktif.

Memori kolektif tersebut seharusnya tidak menjadi romantisme usang, melainkan bahan bakar intelektual untuk merumuskan doktrin luar negeri yang adaptif sekaligus ofensif di abad ke-21. Fondasi masa lalu adalah jangkar, sementara masa depan adalah samudera luas yang menuntut keberanian navigasi yang presisi, tutur Mantan Ketua Umum PP – AMPG tersebut.

 

Menganalisis pergeseran rantai pasok global pasca-pandemi menyadarkan kita bahwa keamanan nasional kini bertumpu pada ketahanan pangan, energi, dan teknologi medis. Ketergantungan kronis terhadap ekosistem luar negeri adalah kerentanan struktural yang dapat dieksploitasi kapan saja oleh para pembuat kebijakan di negara-negara berkembang.

 

Melalui kacamata empiris, hilirisasi komoditas dan proteksi terhadap hak-hak pekerja domestik merupakan instrumen mendasar untuk memutus rantai ketergantungan yang menjajah secara halus. Kedaulatan sejati tidak ditemukan di atas kertas perjanjian, melainkan di dalam kemandirian pabrik dan ketersediaan pangan mandiri, urai suami dari Ranny (Anggota DPR RI Komisi IX).

 

Secara filosofis, kekuasaan yang hakiki tidak bersumber dari kekuatan militer yang intimidatif semata, melainkan dari kedalaman gagasan yang mampu menggerakkan kesadaran kolektif manusia. Ketika sebuah peradaban kehilangan visi besarnya, ia akan tenggelam dalam pusaran konflik internal yang sepele dan kontraproduktif bagi kemajuan bersama.

Mengembalikan marwah intelektual ke dalam diskursus politik nasional adalah langkah awal untuk melahirkan kebijakan yang memiliki dimensi jangka panjang. Memimpin berarti menawarkan alternatif masa depan, bukan sekadar melanggengkan status quo yang rapuh, tegas Mantan Ketua Umum DPP KNPI.

 

Melihat gejolak demografis yang sedang melanda kawasan Asia Tenggara, pemuda merupakan episentrum dari setiap perubahan struktural yang terjadi di masyarakat. Namun, bonus demografi ini akan berubah menjadi bencana sosial jika generasi baru hanya dididik untuk menjadi konsumen teknologi tanpa kapasitas kritis sebagai pencipta.

 

Kita membutuhkan rekonstruksi radikal terhadap pola pembinaan kepemimpinan muda yang berbasis pada sains, pemikiran strategis, dan integritas moral. Struktur pemikiran yang kokoh adalah benteng utama dalam menghadapi infiltrasi perang asimetris kebudayaan asing, jabar Mantan Ketua Umum GEMA MKGR tersebut.

 

Dari perspektif ekonomi makro, struktur pasar kontemporer menuntut lahirnya para inovator yang berani mendobrak monopoli korporasi multinasional melalui penetrasi digital yang inklusif.

 

Kewirausahaan bukan sekadar aktivitas mencari profit material semata, melainkan sebuah ikhtiar eksistensial untuk menciptakan kemandirian ekonomi dari level akar rumput. Ketika sektor privat domestik tumbuh kuat dengan basis riset yang solid, ketahanan ekonomi nasional terhadap guncangan eksternal akan meningkat berlipat ganda. Kreativitas finansial harus berjalan beriringan dengan keadilan distributif yang merata, tandas pengusaha muda tersebut.

 

Menyerupai sebuah komposisi simfoni yang rumit, di mana setiap instrumen harus berbunyi selaras demi menciptakan keindahan yang magis. Politik tanpa sentuhan estetika akan melahirkan tirani yang kering, kaku, dan mengabaikan sisi kemanusiaan yang paling mendasar.

Seni adalah medium tertinggi untuk mengekspresikan keresahan, harapan, dan kejayaan suatu bangsa melewati sekat-sekat dogmatis yang memisahkan. Melalui kebudayaan, kita dapat berdiplomasi dengan cara yang lebih sublim, menyentuh relung psikologis masyarakat internasional tanpa perlu mengangkat senjata, ungkap artis dan seniman ini.

 

Darah seni yang mengalir dalam nadi kebudayaan kita sesungguhnya menyimpan vibrasi spiritual yang mampu menembus batas waktu dan ruang generasi. Setiap melodi tradisional dan untaian lirik sarat makna dari masa lalu adalah warisan genetis yang membentuk karakter kepribadian kolektif kita hari ini.

 

Kehilangan apresiasi terhadap karya artistik lokal berarti membiarkan identitas nasional tercerabut dari akar sejarahnya yang agung dan luhur. Menjaga warisan ini tetap hidup di era modernitas kosmopolitan adalah bentuk perlawanan terhadap homogenisasi global yang menjemukan, kenang putra dari Musisi Legend A Rafiq.

 

Lanskap sosiologis hari ini menunjukkan betapa krusialnya mengintegrasikan seluruh elemen kebangsaan ke dalam satu visi geopolitik yang padu dan tidak terfragmentasi. Fahd menyatakan bahwa ego sektoral dan perpecahan internal di dalam negeri hanya akan memperlemah posisi tawar kita di hadapan meja perundingan internasional.

 

Ketika bangsa ini sibuk bertikai karena perbedaan persepsi yang dangkal, momentum emas untuk memimpin peradaban akan direbut oleh aktor global lainnya. Persatuan bukanlah sebuah slogan retoris, melainkan kebutuhan strategis mutlak untuk bertahan hidup di tengah badai anarki global, timpalnya.

 

Mengamati konstelasi transisi energi dunia, perebutan kendali atas sumber daya terbarukan kini menjadi episentrum baru dari konflik geopolitik abad ini. Fahd berpendapat bahwa kekayaan alam berupa nikel, litium, dan potensi energi hijau yang melimpah di bumi pertiwi harus dikelola dengan doktrin nasionalisme yang ketat.

Kita tidak boleh mengulangi kesalahan era kolonial, di mana bahan mentah dikuras habis sementara nilai tambahnya dinikmati di seberang lautan. Hilirisasi total adalah harga mati untuk menegakkan kedaulatan ekonomi di hadapan lembaga-lembaga finansial global, serunya.

Secara imajinatif-kontemplatif, mari kita bayangkan sebuah peta masa depan di mana bendera merah putih berkibar sebagai penentu arah kebijakan maritim dunia. Fahd melukiskan bahwa visi tersebut bukanlah utopia kosong, melainkan target rasional yang dapat dicapai melalui konsistensi kebijakan pembangunan infrastruktur konektivitas laut. Pelabuhan-pelabuhan kita harus bertransformasi menjadi pusat logistik internasional yang efisien, menyaingi dominasi bandar udara dan laut negara tetangga. Hanya dengan menguasai jalur distribusi, kita dapat mendikte ritme perdagangan di kawasan Indo-Pasifik, imbuhnya.

Menganalisis arsitektur pertahanan kontemporer, ancaman militer konvensional kini telah bergeser ke arah perang siber, disinformasi, dan manipulasi opini publik berbasis kecerdasan buatan.

 

Fahd menekankan bahwa pertahanan semesta tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik militer di perbatasan, melainkan kesiapan infrastruktur digital domestik. Keamanan data nasional harus dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan wilayah yang tidak boleh dikompromikan kepada korporasi asing. Membangun kedaulatan siber adalah urgensi mutlak demi melindungi privasi rakyat dan stabilitas politik dalam negeri, paparnya.

 

Melihat realitas ketenagakerjaan di lapangan, tantangan terbesar kita adalah menaikkan kelas pekerja domestik agar memiliki daya saing komparatif yang tinggi di kancah internasional. Fahd mencermati bahwa perlindungan hukum dan peningkatan upah yang layak harus berjalan beriringan dengan transfer teknologi dari investasi asing.

 

Kita tidak boleh membiarkan wilayah kita hanya dijadikan pasar tenaga kerja murah yang dieksploitasi demi pertumbuhan angka domestik bruto yang semu. Kesejahteraan buruh adalah indikator sahih dari keberhasilan sebuah negara dalam mengelola keadilan sosialnya, ulasnya.

 

Secara filosofis-eksistensial, eksistensi Indonesia sebagai negara bangsa diuji oleh kemampuannya menghadirkan keadilan yang merata dari sabang sampai merauke tanpa terkecuali. Fahd merenungkan bahwa ketimpangan pembangunan antar-wilayah merupakan bom waktu sosiologis yang dapat mengancam integrasi nasional jika diabaikan terus-menerus.

Sentralisasi pembangunan harus sepenuhnya digantikan oleh desentralisasi yang memberdayakan potensi lokal secara kreatif, mandiri, dan berkesinambungan. Keadilan ruang adalah syarat utama melahirkan rasa kepemilikan yang sama terhadap masa depan republik ini, gagasnya.

 

Mengkaji kebijakan kesehatan nasional, ketahanan sebuah bangsa dalam menghadapi pandemi masa depan ditentukan oleh kemandirian industri farmasi domestik kita. Fahd menunjukkan fakta empiris bahwa embargo vaksin dan bahan baku obat yang terjadi saat krisis global merupakan bukti nyata egoisme negara-negara maju.

Kita wajib membangun pusat riset biomolekular dan genetika yang mandiri guna melindungi populasi dari ancaman patogen baru yang tidak terduga. Kesehatan publik adalah pilar fundamental yang menopang produktivitas ekonomi dan stabilitas pertahanan nasional, simpulnya.

 

Melalui pendekatan ilmiah, perumusan kebijakan luar negeri harus didasarkan pada kalkulasi data yang akurat, analisis tren prediktif, dan pembacaan psikologi politik lawan.

 

Fahd mengingatkan bahwa diplomasi bukan sekadar retorika manis di mimbar internasional, melainkan seni mengamankan kepentingan nasional menggunakan kartu penekan yang efektif. Kita harus mahir memanfaatkan ketergantungan negara lain terhadap komoditas strategis kita sebagai instrumen negosiasi yang bernilai tawar tinggi. Di arena global, penghormatan hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kekuatan dan kecerdasan eksekusi, ulasnya.

 

 

Menatap fenomena perubahan iklim, Indonesia memegang kunci ekologis dunia melalui keberadaan hutan tropis dan ekosistem karbon biru yang sangat masif. Fahd menggarisbawahi bahwa posisi ini memberikan kita hak moral untuk memimpin negosiasi keadilan iklim dan menuntut kompensasi konkret dari negara-negara industrialis emisif.

Kita bukan pengemis lingkungan, melainkan penyaring udara bumi yang berhak mendikte syarat-syarat pelestarian alam global secara berwibawa. Diplomasi hijau harus dikapitalisasi menjadi keuntungan ekonomi dan pengakuan geopolitik yang signifikan bagi rakyat, cetusnya kembali.

 

Secara kontemplatif, sejarah mengajarkan bahwa imperium besar runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan moral dan hilangnya kepercayaan publik dari dalam tubuh pemerintahan.

 

Fahd merefleksikan pentingnya menjaga akuntabilitas, transparansi, dan hukum yang tidak tebang pilih sebagai fondasi utama tata kelola negara modern. Kepercayaan publik adalah modal sosial tertinggi yang mengikat komitmen warga negara untuk rela berkorban demi kejayaan tanah airnya. Membersihkan birokrasi dari mentalitas koruptif adalah langkah radikal yang tidak bisa ditunda lagi demi masa depan, sebutnya.

 

Melihat dinamika urbanisasi yang masif, kota-kota besar di Indonesia harus didesain menjadi pusat inovasi teknologi dan kebudayaan yang ramah lingkungan serta inklusif. Fahd berpendapat bahwa tata ruang kota mencerminkan cara berpikir sebuah bangsa dalam memanusiakan warganya dan merespons tantangan masa depan. Transportasi publik yang terintegrasi dan ruang terbuka hijau yang luas adalah sarana untuk menurunkan tingkat stres sosial serta meningkatkan kreativitas kolektif masyarakat.

Kota masa depan adalah laboratorium hidup tempat gagasan-gagasan besar dunia lahir dan diperdebatkan secara sehat, ungkapnya.

Dalam ruang lingkup ketahanan pangan, ketergantungan pada impor komoditas dasar merupakan ironi terbesar bagi sebuah negara agraris yang subur makmur. Fahd menegaskan bahwa modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi agronomi tepat guna adalah jalan keluar mutlak dari jebakan krisis pangan global.

 

Petani harus diberikan akses modal, kepastian harga pasar, dan edukasi manajerial agar profesi ini kembali diminati oleh generasi muda. Kedaulatan pangan sejati dicapai saat piring setiap rakyat diisi oleh hasil keringat dari tanahnya sendiri, tuturnya lagi.

 

Menganalisis sistem pendidikan nasional, kita perlu melakukan pergeseran paradigma dari metode hafalan doktrinal menuju pengembangan nalar kritis, analitis, dan problem-solving. Fahd mengamati bahwa kurikulum masa kini harus mampu merespons disrupsi teknologi digital agar lulusan kita tidak gagap menghadapi tuntutan industri global. Kolaborasi antara dunia akademik, industri privat, dan pengambil kebijakan merupakan triple helix yang wajib diaktifkan secara konsisten demi menghasilkan riset aplikatif.

 

Pendidikan adalah pabrik karakter dan kecerdasan yang akan menentukan posisi kita dalam hierarki peradaban dunia, terangnya.

 

Dari sudut pandang moneter, ketergantungan global pada satu mata uang dominan memicu kerentanan sistemik bagi stabilitas ekonomi negara-negara berkembang termasuk kita. Fahd mengusulkan penguatan kerja sama transaksi mata uang lokal dengan negara-negara mitra strategis guna mengurangi dampak volatilitas eksternal yang merugikan. Kebijakan fiskal domestik harus diarahkan pada penguatan sektor riil dan usaha mikro yang terbukti menjadi katup penyelamat saat krisis finansial melanda. Kemandirian moneter adalah perisai utama untuk melindungi daya beli masyarakat dari inflasi global yang diimpor, bebernya.

 

Melihat ekspansi geopolitik melalui koridor investasi infrastruktur transnasional, kita harus bersikap selektif dan waspada terhadap skema jebakan utang yang dapat menggadaikan aset strategis negara. Fahd mengingatkan bahwa setiap kerja sama ekonomi internasional harus diletakkan di atas prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan wilayah.

 

Kita tidak boleh mengorbankan kepentingan generasi masa depan demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang bersifat artifisial dan eksploitatif. Kedaulatan finansial adalah harga diri sebuah bangsa merdeka yang tidak boleh ditawar oleh kepentingan modal mana pun, dalihnya.

 

Secara filosofis-historis, semangat gotong royong yang tertanam dalam sanubari masyarakat nusantara merupakan modal sosial unik yang tidak dimiliki oleh peradaban barat yang individualis. Fahd memandang bahwa kapitalisme modern harus dijinakkan dengan nilai-nilai solidaritas sosial agar tidak melahirkan jurang pemisah yang ekstrem antara si kaya dan si miskin.

 

Koperasi dan ekonomi kerakyatan harus direvitalisasi menjadi soko guru perekonomian yang mampu mendistribusikan kesejahteraan secara adil, merata, dan bermartabat. Ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang membumi dan berakar pada kemaslahatan rakyat banyak, ulasnya lagi.

 

Mengkaji penegakan hukum kontemporer, keadilan tidak boleh menjadi komoditas yang dapat diperjualbelikan di pasar gelap kekuasaan oleh para elit yang tidak bertanggung jawab. Fahd menekankan bahwa kepastian hukum adalah pilar utama yang menarik investasi berkualitas dan menjamin ketenteraman hidup warga negara secara setara. Hukum harus tajam ke semua arah, menjadi pelindung bagi yang lemah dan menjadi pengontrol bagi yang kuat agar tidak bertindak sewenang-wenang.

 

Reformasi institusi peradilan adalah syarat mutlak untuk membangun kepercayaan dunia terhadap sistem hukum domestik kita, ucapnya kembali.

Menatap era kecerdasan buatan dan otomatisasi massal, regulasi mengenai pemanfaatan teknologi ini harus segera dirumuskan agar tidak mendisrupsi lapangan kerja domestik secara destruktif. Fahd menyarankan agar pemerintah bertindak proaktif dalam menyusun tata kelola digital yang mengutamakan perlindungan privasi data pribadi rakyat.

 

Teknologi harus diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas manusia, bukan sebagai substitusi yang menyingkirkan eksistensi kemanusiaan dari ruang kerja. Kedaulatan digital adalah kemampuan sebuah bangsa untuk mengatur jalannya arus informasi demi keselamatan nasional, terangnya lagi.

 

Secara imajinatif-kontemplatif, keindahan alam Indonesia yang membentang dari puncak gunung hingga dasar palung laut adalah mahakarya estetis yang menyimpan potensi ekonomi pariwisata luar biasa. Fahd menggaris bawahi bahwa pariwisata masa depan harus berbasis pada kelestarian lingkungan hidup dan penghormatan terhadap adat istiadat kebudayaan setempat.

 

Kita harus menolak eksploitasi pariwisata massal yang merusak alam demi keuntungan finansial sesaat yang tidak berkelanjutan bagi ekosistem lokal. Ekowisata adalah cara kita merayakan keindahan bumi sekaligus menyejahterakan masyarakat adat yang menjaga rimba pertiwi, sebutnya.

Melihat dinamika politik elektoral yang sering kali membelah masyarakat ke dalam polarisasi identitas yang ekstrem, konsolidasi internal menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Fahd menyerukan pentingnya rekonsiliasi nasional antar-faksi politik guna menyatukan energi bangsa untuk menghadapi tantangan eksternal yang jauh lebih kompleks dan berbahaya. Perbedaan pandangan politik adalah keniscayaan demokrasi, namun keselamatan dan kejayaan negara adalah titik temu tertinggi yang mengikat kita semua. Komitmen kebangsaan harus berdiri di atas kepentingan kelompok atau partai demi eksistensi republik, serunya lagi.

Menganalisis peta geopolitik maritim di Laut Natuna Utara, kehadiran fisik armada laut dan aktivitas ekonomi nelayan domestik merupakan bentuk penegasan kedaulatan yang paling efektif di lapangan. Fahd berpendapat bahwa diplomasi nota protes tidak akan pernah cukup tanpa dibarengi oleh penguatan pangkalan militer terpadu di wilayah perbatasan terluar kita.

 

Kita harus menunjukkan determinasi yang tidak tergoyahkan bahwa sejengkal tanah dan setetes air wilayah nusantara akan dipertahankan dengan segala konsekuensi yang ada. Ketegasan di perbatasan adalah cerminan dari kewibawaan pemerintahan pusat di mata dunia internasional, paparnya kembali.

 

Secara filosofis, perdamaian dunia hanya dapat terwujud jika tata kelola global didasarkan pada keadilan, kesetaraan derajat, dan penghormatan terhadap hukum internasional tanpa standar ganda.

Fahd menegaskan bahwa Indonesia harus terus konsisten menyuarakan hak-hak bangsa yang tertindas dan menentang segala bentuk neokolonialisme ekonomi di berbagai forum global. Poros diplomasi kita harus menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan negara-negara berkembang dalam menuntut reformasi struktur perserikatan bangsa-bangsa yang usang. Kita tidak mencari musuh, melainkan memperjuangkan tatanan dunia yang lebih manusiawi dan berkeadilan, tandasnya.

 

Mengkaji kebijakan tata kelola sumber daya air, kelangkaan air bersih di masa depan adalah ancaman eksistensial nyata yang dipicu oleh kerusakan lingkungan dan privatisasi ugal-ugalan. Fahd mengingatkan bahwa air adalah hak dasar publik yang penguasaannya harus tetap berada di bawah kendali penuh negara demi kemaslahatan rakyat sesuai amanat konstitusi.

 

Restorasi daerah aliran sungai dan perlindungan terhadap sumber mata air bawah tanah harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan nasional terpadu. Ketahanan air adalah fondasi tersembunyi dari stabilitas sosial dan kesehatan generasi masa depan kita, imbuhnya lagi.

 

Melihat perkembangan industri kreatif global, potensi anak muda kita di bidang seni digital, musik, film, dan desain siap menginvasi pasar internasional secara masif. Fahd mendukung penuh fasilitasi ekosistem industri kreatif domestik melalui perlindungan hak kekayaan intelektual yang ketat dan kemudahan akses pembiayaan perbankan. Produk kebudayaan modern kita harus menjadi alat soft power diplomasi yang mampu membentuk persepsi positif masyarakat dunia terhadap identitas indonesia kontemporer. Kreativitas adalah sumber daya tanpa batas yang tidak akan pernah habis dieksploitasi oleh waktu, cetusnya lagi.

Secara kontemplatif, keberagaman suku, agama, dan ras yang mendiami ribuan pulau di nusantara adalah sebuah mosaik sosial yang rapuh sekaligus sangat indah jika dirawat dengan benar.

Fahd memandang bahwa toleransi bukanlah sekadar membiarkan perbedaan ada, melainkan aktif membangun ruang dialog yang setara demi melahirkan rasa saling memahami secara mendalam. Sentimen primordialisme sempit harus dikikis melalui internalisasi nilai-nilai pancasila yang transformatif, membumi, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini. Tenunan kebangsaan yang kokoh adalah modal utama untuk melangkah maju menjadi pemain utama dunia, tukasnya.

 

Menganalisis kesiapan infrastruktur logistik nasional, integrasi antara pelabuhan laut, jalur kereta api, dan pusat industri merupakan kunci utama untuk menurunkan biaya ekonomi tinggi yang membebani daya saing kita.

Fahd menekankan bahwa digitalisasi sistem logistik akan menutup celah praktik korupsi dan inefisiensi birokrasi di lapangan yang selama ini menghambat arus barang. Konektivitas yang efisien akan menyatukan pasar domestik, menggerakkan roda ekonomi daerah terpencil, dan memfasilitasi penetrasi ekspor ke pasar global secara agresif. Efisiensi adalah senjata rahasia untuk memenangkan persaingan di era pasar bebas internasional, jabarnya.

Menatap masa depan dengan optimisme ilmiah yang terukur, seluruh potensi yang kita miliki hanya akan menjadi catatan kaki sejarah jika kita kekurangan keberanian untuk mengeksekusi gagasan besar tersebut.

 

Fahd menyimpulkan bahwa takdir Indonesia sebagai pemain utama geopolitik global bukanlah sebuah kebetulan geografis, melainkan hasil dari pilihan sadar, kerja keras, dan kepemimpinan yang bervisi tajam. Kita harus melangkah keluar dari bayang-bayang ketakutan masa lalu dan dengan penuh percaya diri memimpin arah perkembangan peradaban dunia baru yang lebih adil. Masa depan tidak ditunggu, melainkan dijemput melalui ketegasan sikap dan kecerdasan strategi hari ini, tegas dosen yang mengajar di negeri Jiran Malaysia ini.

Penulis: A.S.W

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita