Jakarta – Gotong royong adalah jantung budaya bangsa, denyut yang membuat Indonesia tetap kokoh meski diterpa berbagai tantangan zaman. Di dalamnya, tersimpan nilai persaudaraan, kepedulian, dan persatuan yang diwariskan sejak leluhur. Atas dasar itu, Fahd A Rafiq, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA), memberikan apresiasi kepada pemerintah yang terus berupaya memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurut Fahd, kebijakan dan program yang menghidupkan kembali nilai gotong royong bukan hanya sekadar kegiatan sosial, melainkan fondasi penting untuk menjaga persatuan bangsa. Ia menilai bahwa pemerintah telah berjalan di jalur yang benar dengan menghadirkan kebijakan yang menumbuhkan partisipasi rakyat dalam pembangunan.
“Gotong royong adalah warisan bangsa yang tak ternilai. Saat pemerintah menguatkan nilai ini, sejatinya mereka sedang menghidupkan kembali kekuatan utama Indonesia, yaitu persatuan. Kita patut mendukung langkah ini, karena dengan kebersamaan, segala tantangan dapat kita hadapi,” ungkap Fahd A Rafiq.
Ia menambahkan bahwa gotong royong adalah jawaban atas berbagai problematika sosial. Di tengah kondisi ekonomi, kesehatan, maupun dinamika kehidupan masyarakat, nilai kebersamaan inilah yang mampu menghadirkan solusi nyata. Dengan saling membantu, beban terasa ringan, dan setiap lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Ketika rakyat bersatu, tidak ada masalah yang terlalu berat. Gotong royong mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati bangsa bukan terletak pada segelintir orang, melainkan pada seluruh rakyat yang saling mendukung,” lanjutnya.
Fahd juga mengajak generasi muda untuk menjaga dan menghidupkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, pemuda adalah jembatan yang akan memastikan nilai luhur bangsa tidak tergerus modernisasi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu terus bersinergi. Program-program yang digagas pemerintah akan lebih efektif jika ditopang dengan semangat gotong royong dari masyarakat. Begitu pula sebaliknya, kekuatan masyarakat akan semakin besar jika difasilitasi dan diarahkan dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama.
“Saya percaya, dengan gotong royong, Indonesia tidak hanya akan bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi bangsa yang semakin kuat dan berdaulat. Mari kita jaga warisan ini, kita rawat bersama, demi masa depan anak cucu kita,” pungkas Fahd.
Kini, pesan Fahd A Rafiq menjadi pengingat bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan bangsa. Ia adalah perekat yang membuat Indonesia berdiri tegak: dari desa hingga kota, dari generasi ke generasi, menuju cita-cita keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.